Islam Memudahkan, Tapi?

Seringkali saya mendengar kata-kata “agama itu memudahkan”, bahkan saya sendiri sering ditegur dengan kata-kata seperti itu. Jujur, sangat sedih saat mendengar ucapan seperti itu tapi hanya dengan menyalahkan mereka saja adalah kesalahan. Mereka berlaku seperti itu mungkin karena masih belum memahami secara menyeluruh tentang Islam. Saya sendiri juga masih belajar, tapi dalam perkara ini saya sedikit memahami apa yang dimaksud dengan “Islam itu memudahkan”.

Ya, ucapan “agama itu mudah” lebih sering digunakan dengan tujuan bukan untuk memuji Islam atau memuliakan Islam, tapi lebih kepada pembenaran perbuatan mereka yang menyelisihi syariat Islam atau mentolerir dirinya untuk berbuat sesuai keinginannya tanpa dilandasi keridha-an Allah subhanu wata’ala.

Islam datang memang untuk memudahkan bukan untuk menyulitkan. Frase “agama itu mudah” sendiri terdapat dalam perkataan Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya agama (Islam) mudah, tidak ada seorang pun yang hendak menyusahkan agama (Islam) kecuali ia akan kalah. Maka bersikap luruslah, mendekatlah, berbahagialah dan manfaatkanlah waktu pagi, sore dan ketika sebagian malam tiba” (HR. Bukhari, dan pada sebuah lafaz Bukhari disebutkan, “Sederhanalah, sederhanalah niscaya kalian akan sampai“)

Kata-kata Rasulullah tersebut mengandung makna yang cukup mendalam. Untuk memahaminya, kita membutuhkan ulama untuk mensyarah hadits ini. Perlu diingat, kita akan selalu membutuhkan guru untuk memahami ilmu dari luasnya ilmu yang terdapat dalam agama ini. Jadi, bisa dipahami kenapa Allah mewajibkan kita sebagai muslim untuk menuntut ilmu agama. Memang, melakukan kesalahan karena ketidaktahuan itu tidak salah, tapi ketidaktahuan karena tidak adanya usaha untuk mencari tahu itu adalah dosa. Bahkan, sebenarnya tidak ada lagi alasan bahwa kita tidak tahu.

Imam Nawawi rahimahullah dalam Bab “Al-Qasdu fii al-‘Ibadah” hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu “Sesungguhnya agama ini mudah”. Maksudnya adalah bahwa agama yang dengannya Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, yang dengannya manusia beriman dan beribadah kepada Rabb mereka, adalah agama yang mudah. Hal ini sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu…”(QS. Al-Baqarah: 185)

“Allah tidak ingin menyulitkan kamu…” (QS. Al-Maidah: 6)

Semua nash-nash di atas menunjukkan bahwa agama ini mudah, baik dalam akidah maupun amalan. Memang demikian adanya. Tapi, sering kali terdapat kekeliruan sebagian dari umat Islam dalam memahami amalan dalam Islam. Syariat Islam seringkali dianggap sebagai sesuatu yang menyulitkan bahkan menakutkan. Padahal, syariat Islam itu sesungguhnya mudah, dan jika diterapkan secara sempurna maka Islam yang rahmatan lil ‘alamin itu akan terwujud di bumi ini.

Allah Subhanahu wa Ta’ala menyatakan bahwa dien yang disyariatkan kepada hamba-hamba-Nya bukan untuk menyulitkan mereka,

Dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan.” (QS. Al-Hajj: 78)

Sabda Beliau, Maka bersikap luruslah maksudnya adalah tetaplah mengerjakan ajaran Islam sesuai dengan ketentuan, dan benar. Hal ini sebagaimana firman Allah:

فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَن تَابَ مَعَكَ وَلاَ تَطْغَوْاْ إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu.” (QS. Huud: 112)

Ayat “Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar” yakni tetaplah kamu berada di atas ajaran Islam, jangan malas mengerjakannya atau meremehkannya. Sedangkan ayat “sebagaimana diperintahkan kepadamu” yakni sesuai yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak melewati aturan dan tidak menambah-nambah ataupun mengurang-ngurangi.

Sabda Beliau, Berbahagialah yakni berbahagialah dengan pahala yang Allah janjikan, dan Dia tidak pernah mengingkari janji. Dengan mengingat-ingat janji Allah, akan membuat seserang semakin semangat dan ringan mengerjakan amal salehi.

Sabda Beliau,Manfaatkanlah waktu pagi, sore, dan ketika sebagian malam tiba yakni usahakanlah selalu mengerjakan ibadah pada saat-saat kuat dan semangat mengerjakannya yaitu di waktu pagi, petang, dan sebagian malam.

Islam memudahkan karena ia sesuai dengan fitrahnya manusia. Allah menurunkan aturannya untuk bisa dijalankan manusia. Tidak mungkin aturan tersebut tidak bisa dijalankan atau dilaksanakan manusia padahal aturan tersebut memang ditujukan Allah pada manusia. Seluruh ajaran Islam sudah terbukti dapat dilaksanakan oleh manusia, bahkan melahirkan peradaban yang maju ketika Islam itu benar-benar dilaksanakan secara sempurna. Hal ini bisa kita lihat di masa kepemimpinan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam, para sahabat, hingga masa tabi’in dan salafus saleh.

Islam mampu menyelesaikan semua permasalahan manusia hingga manusia bisa merasakan kehidupan yang aman, nyaman, damai dan sejahtera. Adanya penilaian subjektif, prasangka buruk, dan pemikiran busuk lah yang menyebabkan orang-orang menjadi takut dengan Islam itu sendiri. Mereka yang tidak paham mudah sekali melontarkan komentar yang buruk terhadap syariat Islam. Tapi, itu memang karena ketidakpahaman mereka. Maka, sudah menjadi tugas umat Islam yang paham untuk meluruskan pandangan mereka.

Propaganda yang dilancarkan untuk menjatuhkan Islam yang  membuat syariat Islam terlihat menyulitkan dan menakutkan harus dikalahkan. Tetap semangat menyampaikan kebenaran, meski seringkali komentar yang menjatuhkan yang didapatkan. Semoga tetap istiqamah di jalan-Nya. Aamiin.
Referensi:

https://muslim.or.id/21675-kemudahan-agama-islam.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s