Pernyataan “Islam bukan Arab” yang Menyesatkan

Pernyataan Islam bukan Arab patut untuk dikritisi. Pernyataan ini merupakan bentuk kekeliruan dan ketidakpahaman terhadap ajaran Islam itu sendiri yang menyebabkan ketidakmampuan dalam memahami Islam dengan benar apalagi untuk membedakan mana ajaran yang berasal dari Islam dan mana yang berasal dari budaya Arab.

Pernyataan Islam bukan Arab sudah berulang-ulang kali dilontarkan oleh pihak yang seringkali meneriakkan kata-kata toleransi yang pada hakikatnya merupakan virus berbahaya yang berasal dari paham sekulerisme. Virus yang siap menggerogoti umat Islam yang tidak memiliki daya tahan dalam menahan pemahaman yang keliru dan menyesatkan.

Kaum sekuler pada hakikatnya sangat berbahaya bagi persatuan umat Islam dan perjuangan umat Islam dalam memperjuangkan Islam. Mereka berupaya untuk menjauhkan Islam dari urusan kehidupan. Islam dikerdilkan dengan menjadikannya sebagai ajaran yang yang digunakan untuk mengurusi urusan ibadah kepada Sang Pencipta saja, sedangkan untuk urusan kehidupan, seperti dalam hal ekonomi, pendidikan, pergaulan dan sebagainya agama tidak diperbolehkan untuk ikut campur. Sehingga setiap peraturan yang ada di negara ini seringkali bertentangan dengan Islam. Seperti peraturan dalam pengurusan Sumber Daya Alam yang di dalam Islam seharusnya digunakan untuk kesejahteraan rakyat, pengurusannya tidak boleh diserahkan pada perorangan atau swasta bahkan pada asing, di negara ini justru diserahkan pada asing. Ini hanya lah salah satu peraturan yang bertentangan dengan Islam, jika dikaji maka hampir semua aturan yang ada sangat bertentangan dengan Islam.

Kaum sekuler juga telah melakukan pelabelan orang secara sembarangan dengan menyatakan bahwa orang-orang yang mengikuti ajaran Islam sesuai dengan al-Quran dan Sunnah Rasulullah sebagai orang yang keArab-araban atau orang yang membebek pada Arab. Pelabelan seperti ini berpotensi besar untuk memecah-belah kesatuan kaum Muslim dan ini bisa jadi merupakan bentuk politik belah-bambu atau stick and carrot yang memang merupakan strategi penjajah untuk melemahkan kaum Muslim. Antar umat Islam akan dipecah-belah melalui isu kedaerahan, ada Islam Nusantara, Islam Arab, Islam Eropa, dan sebagainya. Sebagaimana diketahui, mereka juga telah berupaya melakukan pengkotakan terhadap kaum Muslim melalui pelabelan Islam radikal, moderat, fundamental, ekstrimis dan sebagainya.

Kita sebagai umat Islam harus menyadari bahwa begitu banyak upaya yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam agar kita teralihkan dari perjuangan kita untuk menegakkan Islam, termasuk dengan frase “Islam bukan Arab” ini. Sebagian umat Islam yang menyadari ini adalah bentuk kekeliruan dalam berpikir bisa saja akan terpengaruh dengan teralihkannya energi mereka yang seharusnya fokus dengan perjuangan Islam menjadi sibuk dengan segala macam bentuk provokasi. Misalnya malah menyerang pribadi orang tertentu yang tidak seharusnya dilakukan karena bisa jadi memancing masalah lain yang akan menguras energi, seperti sibuk saling lapor.

Kita seharusnya mengkaji hal yang menjadi akar permasalahan ini, yaitu penyebab utama dari masalah saat ini, mulai dari penistaan agama, pelecehan ulama hingga merendahkan keputusan MUI yang notabene merupakan lembaga resmi perwakilan kaum Muslim. Dengan mengetahui akar permasalahan bahwa sesungguhnya hal ini wajar terjadi akibat Islam tidak digunakan sebagai hukum tertinggi dalam mengurusi urusan kehidupan, maka sudah seharusnya kita fokus pada perjuangan untuk menegakkan Islam. Perjuangan untuk menyegerakan tegaknya hukum-hukum Allah SWT di tengah-tengah manusia.

Tegaknya hukum Allah SWT di muka bumi inilah yang sejatinya dibutuhkan umat saat ini. Tegaknya hukum-hukum Allah SWT akan memberikan keadilan yang hakiki. Al-Qur’an pun akan terjaga kesuciannya dari segala bentuk penghinaan dan penistaan. Dan para ulama juga akan terjaga kehormatannya serta kesejahteraan akan dirasakan oleh kaum Muslim dan juga bagi yang lainnya, karena pada hakikatnya Islam itu rahmatan lil ‘alamin, rahmat bagi seluruh alam.
Mari kita senantiasa meluruskan tujuan kita semata-mata karena Allah SWT. Dan kita gunakan energi yang telah dianugerahi Allah SWT kepada kita untuk melangkah dalam perjuangan agar diterapkannya hukum-hukum Allah SWT melalui institusi Khilafah Rasyidah minhajin nubuwwah. Khilafah lah sejatinya yang bisa menerapkan Islam secara keseluruhan. Khilafah adalah milik seluruh kaum Muslimin dan menjadi kewajiban seluruh kaum Muslimin di dunia untuk segera menegakkannya.

M.N

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s