Kemaksiatan Anda Berpengaruh Terhadap Jamaah Dakwah

Bagaimana mungkin sang dokter bisa mengobati penyakit sedangkan ia sendiri tidak mengetahui penyakit apa yang diderita pasien, bagaimana mungkin bisa menyembuhkan penyakit tersebut jika obat yang diberikan itu salah dan tentunya akan sangat sulit untuk menyembuhkan penyakit umat sementara diri sendiri juga sedang dilanda penyakit. Jamaah dakwah diibaratkan seperti dokter. Dokter yang mengobati penyakit yang ada di tengah-tengah umat, yaitu dokter umat. Kemaksiatan dalam tubuh jamaah sedikit banyaknya akan memberikan pengaruh pada jamaah dakwah, sekecil apapun kadar kemaksiatan itu.

Allah SWT berfirman:

“Peliharalah diri kalian dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kalian. Ketahuilah oleh kalian bahwa Allah itu amat keras siksaNya” (QS. al-Anfal [8]: 25)

Kemaksiatan seseorang mampu memberikan pengaruh buruk terhadap seluruh bagian dari jamaah, atau menjadi faktor kehancuran dan malapetaka bagi yang lainnya dalam jamaah.

Kemaksiatan itu bisa dalam bentuk kemaksiatan yang tampak secara kasatmata dan bisa juga dalam bentuk kemaksiatan batin yang tidak terlihat. Bisa jadi kelalaian dalam beribadah akan berpengaruh pada eksistensi barisan dakwah. Semisal kemalasannya dalam qiyamullail dan tilawah, atau tidak disiplinnya dalam dzikir pagi-petang dan shalat berjamaah. Hal ini sedikit banyaknya akan melunturkan izzah pengemban dakwah.

Peristiwa Perang Uhud dapat menjadi rujukan, yang merupakan salah satu peristiwa dimana kemaksiatan sebagian jamaah berperan utama terhadap malapetaka seluruh jamaah yaitu kekalahan pasukan Muslim.

Sebanyak tujuh puluh sahabat Rasulullah SAW gugur seketika, di antaranya adalah Mush’ab bin ‘Umair, sang duta agama. Termasuk Hamzah bin ‘Abdul Muthallib, paman tercinta. Rasulullah pun tidak luput menjadi target utama kafir Quraisy, hingga beliau menderita  luka-luka di bagian muka dan gigi beliau rontok. Tujuh orang gugur dari sembilan orang sahabat yang melindungi Rasulullah SAW, adapun dua orang yang tersisa yaitu Thalhah bin Ubaidillah dan Sa’ad bin Abi Waqqash bertahan melindungi Rasulullah SAW sampai putus beberapa jari mereka.

Pasukan Muslim harus menderita kekalahan yang memilukan akibat kemaksiatan yang dilakukan oleh sekelompok pasukan pemanah dari pasukan kaum Muslimin.

Kejadian ini diberitahukan oleh Allah SWT dalam surat al-Baqarah ayat 152 yang artinya, “Dan sesungguhnya Allah telah memenuhi janjiNya kepada kamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izinNya sampai pada saat kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu dan bermaksiat (mendurhakai perintah Rasul) sesudah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai. Di antaramu ada orang yang menghendaki dunia dan di antara kamu ada orang yang menghendaki akhirat”.

Pasukan pemanah bermaksiat atas kedurhakaannya terhadap perintah Rasulullah yaitu agar tetap berjaga di atas bukit. Mereka lalai akibat keindahan dunia yang ada di depan mata berupa ghanimah yang ditinggalkan pasukan kafir Quraisy.

Kemaksiatan ini sangat berdampak terhadap jamaah pasukan kaum Muslimin. Dan patut diperhatikan bahwa jumlah dari pasukan pemanah ini hanya 5,7% dari keseluruhan pasukan kaum Muslim yang totalnya 700 orang yaitu 40 orang saja. Kemaksiatan itu dilakukan oleh hanya sebagian kecil individu, tetapi dampaknya sangat besar akan kehidupan berjamaah yang melingkupinya.

Dosa dan kesalahan yang diperbuat oleh afraad  sebuah komunitas dakwah, ternyata berpengaruh nyata pada eksistensi komunitas tersebut. Bahkan apabila maksiat tersebut berupa kemaksiatan pribadi yang tidak ada sangkut-pautnya dengan urusan jamaah, termasuk kemaksiatan batin yang tidak terlihat seperti penyakit-penyakit hati yang bersarang di dalam dada para pengemban dakwah.

Perang Hunain dapat menjadi rujukan bagaimana kemaksiatan yang tidak tampak bisa berpengaruh terhadap jamaah. Kaum Muslimin mengalami kekalahan dalam perang ini akibat munculnya kebanggaan pada diri sebagian pasukan. Pasukan kaum Muslimin memiliki jumlah pasukan dan senjata yang lebih baik dibandingkan perang-perang sebelumnya, namun justru mengalami kekalahan di dalam perang ini.

Allah SWT memberitahukan pada kita bahwa kemaksiatan sekecil apapun akan menimbulkan malapetaka bagi jamaah. Maka, menjadi keharusan bagi para pengemban dakwah untuk selalu meminimalisir kemaksiatan. Bahkan kita harus lebih waspada dengan kemaksiatan yang tidak tampak seperti riya, ujub, iri, dengki, sombong, dan cinta kekuasaan. Bisa jadi ini lebih berbahaya dibandingkan dengan kemaksiatan lahir karena penyakit ini seringkali tidak disadari oleh penderitanya.

Mendeteksi penyakit batin ini memang bukan pekerjaan yang gampang. Sehingga, hendaknya kita senantiasa membersihkan hati masing-masing dan berusaha pula untuk membersihkan hati saudara-saudara yang lainnya dengan berbagai macam sarana yang disyariatkan Islam.

Obat dan perlindungan yang paling efektif yaitu dengan menjadi orang yang taat kepada Allah dan senantiasa membersihkan hati serta anggota badan dari segala perkara syubhat dan dosa-dosa kecil, apalagi dosa besar, baik yang lahir maupun yang batin.

Untuk itu agar bisa menjadi orang yang taat kepada Allah kita harus mengkaji Islam dan berteman dengan orang-orang yang akan membawa diri pada ketaatan kepada Allah. Mengkaji Islam agar bisa mengetahui mana perkara syubhat, mana perkara yang mubah, dan sebagainya. Dan terpenting adalah agar dapat menjalankan perkara wajib kita sebagai umat Muslim yaitu berdakwah pada Islam.

Wallahu a’lam

Disarikan dari:

Buku “Pesan-pesan Menggugah untuk Pengemban Dakwah” (Bab : 18, hal. 94-97) oleh Najih Ibrahim.

http://manhajuna.com/ implikasi-kemaksiatan-pribadi-dalam-kehidupan-berjamaah/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s