Arsip Tag: anatomi aves

Anatomi Aves

LAPORAN PRAKTIKUM

ANATOMI HEWAN

ANATOMI AVES

    NAMA          : MELYA NISA

NO. BP          : 1210423012

LABORATORIUM PENDIDIKAN III

JURUSAN BIOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKAN DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS ANDALAS

PADANG, 2013

BAB I

PENDAHULUAN

Aves memiliki karakteristik tertentu, yaitu seluruh tubuhnya ditutupi bulu, kecuali bagian crus, yaitu daerah tarso metatarsus yang ditutupi sisik tanduk. Bulu merupakan hasil pertumbuhan epidermis yang berguna untuk mengisolasi panas tubuh terhadap keadaan sekitarnya, temperatur tubuh Columba livia relatif stabil. Hal lain yang membedakan aves dengan vertebrata lainnya, yaitu kemampuan untuk terbang, perkembangan suara, pendengaran dan penglihatan serta cara memelihara telur dan anaknya (Djuhanda, 1982).

Columba livia memiliki pendukung tubuh yang berada pada kaki bagian belakang dan sisa dari kaki bagian depan berubah menjadi bagian yang membantu untuk terbang. Merpati menghasilkan bahan-bahan yang bersifat fecal, untuk mengurangi berat badan pada saat terbang (Walter, 1965). Columba livia memiliki bulu dengan struktur epidermis yang fleksibel, mengkilap dan tahan air. Beberapa tipe bulu dari penutup badan pada merpati adalah bulu luar dan bulu dalam atau bulu halus. Bulu luar adalah datar (kecuali untuk bulu yang halus, letaknya lebih rendah, yaitu pada bagian dasar) dan bersama-sama dipegang oleh duri kecil (Alters, 1999).

Bulu pada aves berfungsi untuk terbang. Fungsi lainnya untuk melindungi tubuhnya terhadap cuaca yang tidak cocok. Oleh karena itu, bulu pada aves mempunyai bentuk tersendiri dibandingkan dengan bulu-bulu pada avertebarata lainnya: 1.) Menurut susunan anatomisnya, bulu dibedakan menjadi plumae dan filoplumae (tumbuh di seluruh tubuh dengan jarak yang sangat jarang, 2.) Menurut letaknya, yaitu remiges (bulu yang terdapat pada daerah sayap), rectrices (bulu pada ekor), tetrices (bulu lainnya menutupi badan, dan parapterium (bulu yang terdapat di daerah bahu antara badan dan sayap), dan 3.) Menurut umurnya, yaitu neoptyle dan beleoptyle. Neoptyle setelah gugur digantikan oleh beleoptyle (Radiopoetro, 1977).

Burung termasuk hewan berdarah panas, dengan eksoskeleton yang terdiri dari bulu-bulu yang menjaga tubuhnya tetap hangat. Kakinya ditutupi oleh sisik-sisik. Tungkai depan bermodifikasi menjadi sayap-sayap dan tersusun atas bulu-bulu yang membantu untuk terbang. Tungkai belakang berguna untuk menjaga keseimbangan tubuh. Aves memiliki kantung udara yang membuat tubuhnya menjadi ringan (Chandan dan Rani, 2007).

Sistem respirasi aves termodifikasi untuk dapat menamung oksigen ketika terbang. Aves membutuhkan oksigen dalam jumlah yang sangat banyak dariada kelas lain. Pada aves, aliran udara hanya satu arau, udara baru datang pada ujung yang satu dan udara yang telah digunakan keluar melalui lubang lain. Aves bernapas dengan paru-paru yang berkaitan dengan kantung udara (saccus pneumaticus) yang menyebar sampai ke leher, perut, dan sayap. Kantung udara terdapat pada pangkal leher (saccus servicalis), di median atau antara coracoids (saccus interclavicularis) yang berhubungan dengan kedua pulmo, pada rongga dada depan (saccus thoracalis anterior), pada rongga dada belakang (saccus thoracalis posterior), diantara lipatan intestinum (saccus abdominalis), dan pada daerah ketiak (saccus axillaris) yaitu saccus yang dibentuk oleh penonjolan sisi dari saccus interclavicularis (Radiopoetro, 1996).

Saccus pneumaticus berfungsi untuk membantu pernapasan, mempertahankan suhu badan oleh pengaruh keadaan luar dan membantu memperkeras suara (Radiopoetro, 1996). Sistem respirasi aves terdiri atas trakea yang melanjut sebagai dua buah bronchi pada syrinx (alat suara). Aru-paru dilengkapi dengan kantung udara yang terdapat sembilan buah, dengan  empat berpasangan dan satu median. Fase aktif respirasi adalah ekspirasi dan fase inspirasinya yaitu inhalasi (Brotowidjoyo, 1993)

Alat pencernaan burung terdiri dari lidah, esofagus, tembolok, lambung, usus, caecum, hati, pankreas, jejunum, ileum, rektum, dan kloaka. Tembolok hanya terdapat pada aves, yang berfungsi sebagai organ penyimpan makanan dan membasahi makanan, karena terdapat kelenjar susu yang disebut pigeon milk (Storer dan Usinger, 1961). Aves tidak memiliki gigi, tapi aves memiliki paruh yang sangat kuat. Pada bagian bawah, kerongkongan aves membesar membentuk kantung yang disebut tembolok. Di dekat hati terdapat empedal yang biasanya sering terdapat pasir atau batu kecil untuk mencerna makanan secar mekanik (Radiopoetro, 1996). Ginjal pada burung terdapat di sebelah dorsal dan selom dari kedua sisi aorta. Ginjal pada semua vertebrata terdiri dari unit-unit yang ujungnya buntu dan menerima filtrat dari darah (Ville et al., 1988)

Perkembangbiakan aves bersifat ovipar (bertelur). Organ genitalia pada aves jantan terdiri dari sepasang testis yang berbentuk oval, terletak di sebelah ventral dari lobus rens yang paling eranial, sepasang epididimis kecil terletak pada sisi dorsal dari testis, berupa saluran yang dilalui spermatozoa dalam perjalanannya menuju duktus deferens; sepasang duktus deferens; mesorchium (alat penggantung testis). Mesorchium berjumlah seasang yang merupakan lipatan dari peritoneum. Proctodeum (bagian kloaka yang paling ujung caudal) dari burung ditempelkan kuat-kuat waktu kopulasi, sehingga sperma yang keluar pada saat ejakulasi langsung masuk ke dalam proctodeum betina, yang kemudian menuju oviduk (Radiopoetro, 1996).

Sistem saraf burung terdiri atas sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat, terdiri dari otak yang bagian cerebrum-nya berkembang dengan baik. Encephalon (otak) memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan reptilia (Jasin, 1987). Aves termasuk ke dalam hewan berdarah panas yang meiliki temperatu internal tubuh yang relatif konstan. Sistem kardiovaskuler aves memiliki cor sebagai sentral yang terletak di liana media dan terbagi semurna atas 4 ruang. Cor dibungkus oleh otot-otot jantung (perikardium). Atrium sinister dan atrium dekster dipisahkan oleh septum atriorum, sedangkan ventrikel sinister dengan ventrikel dekster dipisahkan oleh ventriculorum (Kardong, 2002).

BAB II

PELAKSANAAN PRAKTIKUM

2.1 Waktu dan Tempat

Praktikum anatomi aves dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 8 April 2013 pukul 08.00-11.00 di Laboratorium Pendidikan III, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Andalas, Padang.

2.2 Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang digunakan pada praktikum ini, antara lain isau bedah, gunting bedah, bak lilin, sarung tangan, jarum, pinset, Stratophilia pinensis, air, tissue, dan kloroform.

2.3 Cara Kerja

1. Alat dan bahan yang akan digunakan disiapkan

2. Objek pengamatan yaitu stratophilia pinensis dibius menggunakan kloroform

3. Objek ditelentangkan pada bak lilin untuk dibedah

4. Bulu-bulu pada daerah dada, perut, dan leher dicabuti, dan bagian kulit daerah sternum di

liana-mediana hingga caudal dekat organ genital dilepaskan

5. Dinding perut dibedah menggunakan pisau bedah

6. Bagian internal organ diamati, digambar, dan diberi keterangan

3.2 Pembahasan

Aves memiliki organ tertentu yang menjadi ciri khasnya, yaitu adanya ingluvias, sebagai penyimpan sementara makanan, adanya proventrikulus, dan gizard. Pada gizard (lambung pengunyah) yang dinding ototnya tebal dan kelenjar pylorus-nya menghasilkan sekret yang biasanya terdapat pasir untuk mencerna makanan secara mekanik. Pada lambung kelenjar (proventrikulus) dihasilkan getah lambung yang berfungsi untuk mencerna makanan secara kimiawi.

Pada betina terdaat ovarium satu pasang, namun yang berkembang hanya satu, sedangkan sisi lainnya berdegenerasi yang berfungsi untuk memberikan ruang bagi perkembangan ovarium yang satunya. Di dekat ovarium, aves memiliki tiga pasang ginjal (ren) yang terdapat di sebelah  kanan dan kiri. Ginjal aves tersebut berfungsi untuk meyeimbangkan pada penyaringan urin karena sedikitnya air yang dikonsumsi, padahal makanan yang dicerna berupa biji-bijian yang membutuhkan banyak air. Ovarium yang berkembang pada bagian kiri dan yang lainnya mengecil menjadi struktur vestigial. Fertilisasi terjadi di sebelah atas oviduk. Sperma dapat hidup dalam oviduk betina selama beberapa hari setelah perkawinan. Pada jantan terdapat testis yang bentuknya seerti kacang buncis kecil. Sebelum pembebasan, serma disimpan pada seminal vesicle, yang seperti testes yang membesar ketika musim kawin. Ren aves bertipe mesonefros. Hepar terdiri dari dua lobus (dekster dan sinister). Setiap lobus bermuara pada satu duktus hepaticus yang bermuara pada duodenum.

BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

1. Keistimewaan pada aves yang membedakannya dengan vertebrata lainnya, yaitu adanya saccus pneumaticus, ingluvias, proventrikulus, gizard, dan ren yang berjumlah 3 pasang

2. Aves memiliki sepasang aves, namun yang berkembang hanya bagian kiri, sedangkan bagian lain mereduksi

3. Mekanisme pernapasan aves ada dua, yaitu pernapasan waktu istirahat dan pernaasan waktu terbang

4.2 Saran

Praktikan diharapkan menguasai teknik pembedahan dengan baik agar proses pembedahan berjalan dengan benar, sehingga tidak merusak organ-organ yang terdapat dalam tubuh aves

DAFTAR PUSTAKA

Alters, Sandra. 1999. Biology. USA: Jones and Braflet Publisher

Brotowidjoyo, D. M. 1993. Zoologi Umum. Jakarta: Erlangga

Chandran, A. F. Dan G. Rani. 2007. Zoology. Taminadus: Government of Taminadus

Djuhanda, T. 1982. Pengantar Anatomi Perbandingan Vertebrata I. Bandung: Amrico

Jasin, M. 1989. Sistematika Hewan Vertebrata dan Invertebrata. Surabaya: Sinar Wijaya

Kardong, Kv. 2002. Vertebrate Comparative Anatomy, Functin, Evolution. North America: Mc Graw Hill Companies

Radiopoetro. 1996. Zoologi. Jakarta: Erlangga